Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 09 AGUSTUS 2025 • 16:21 WIB

MENIKMATI NASI AYAM MERANGKAT, MENU PERNIKAHAN SASAK DI TENGAH HUTAN BAMBU DESA WISATA BONJERUK

MENIKMATI NASI AYAM MERANGKAT, MENU PERNIKAHAN SASAK DI TENGAH HUTAN BAMBU DESA WISATA BONJERUKAyam merangkat kuliner khas sasak yang biasa dihidangkan saat jamuan pernikahan adat sasak. (Windy)

NTB - Pengembangan Desa Wisata tidak hanya mengandalkan potensi alam, kerajinan maupun lingkungan. Makanan tradisional juga menjadi salah satu faktor pendukung atau daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Seperti halnya yang dilakukan Desa Wisata Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah menawarkan makanan tradisional Nasi Ayam Merangkat dan jajanan khas Lombok yang dijual di Pasar Bambu.

Dikatakan Dayat, yang merupakan pengelola desa bambu dalam mengembangkan Desa Wisata ditengah pandemi tidak hanya mengandalkan pemandangan alam pedesaan dan budaya serta sejarah. Namun, pengembangan Desa Wisata Pasar bambu menonjolkan potensi makanan khas Lombok kepada wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Awalnya sebagai tempat untuk menerima tamu asing, tamu-tamu travel dengan menyuguhkan tradisi bonjeruk disini. Menyuguhkan makanan khas bonjeruk. Karena saat pandemi bookingan banyak yang pending akhirnya buka daily sampai saat ini.”

Lokasi pasar bambu ini dahulu merupakan lahan yang hanya menjadi genangan air dan terdiri dari semak dan bambu-bambu yang selalu di tebang untuk dijual. Setelah dibangun, justru tempat ini menjadi lebih tertata dan memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat.

Menu utamanya adalah Nasi Ayam Merangkat. Dayat menambahkan, Filosofi Nasi Ayam Merangkat, dimana nasi tersebut disajikan saat ada warga yang menikah dan pihak keluarga dalam menyambut kedua mempelai memotong puluhan ayam untuk dimasak dengan cara dibakar, diberikan bumbu sambal dan disajikan bagi warga sebagai rasa syukur, karena anak mereka menikah.

Tradisi pernikahan di Lombok itu menculik atau mencuri pengantin perempuan. Ketika menikah, keluarga mengeluarkan ayam satu persatu untuk disembelih berjumlah 30 hingga 40 ekor ayam yang akan di makan oleh warga satu kampung.”

Cara penyajian Nasi Ayam Merangkat di pasar bambu Desa Wisata Bonjeruk dibilang unik. Seekor ayam muda utuh dibakar setengah matang kemudian diberikan bumbu lalu kemudian dibakar kembali dan disajikan dengan sambal khas. Satu set "dulang" berisikan Ayam Merangkat, Ikan Nila goreng, sayur daun kelor, sambal beberok khas Lombok, dan Ayam goreng kecap.

Salah satu wisatawan lokal asal Bima, Aulia mengatakan, dirinya mengetahui makanan ayam merangkat khas desa wisata bonjeruk ini karena rekomendasi dari teman-temannya.

Sangat senang dengan suasana dan makanan yang disuguhkan karena serasa seperti di rumah.”

Desa Wisata yang berdiri sejak tahun 2017 akhir ini memiliki konsep desa bonjeruk pada jaman dahulu. Menggunakan gubuk bambu sebagai area makan pengunjung membuat suasana menyatu dengan "hutan bambu" di sekelilingnya. Para staf desa bambu pun mengenakan baju Sasak Lambung, yang merupakan baju adat wanita khas Lombok.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

MENIKMATI NASI AYAM MERANGKAT, MENU PERNIKAHAN SASAK DI TENGAH HUTAN BAMBU DESA WISATA BONJERUK

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!