NTB - Pulau Sumbawa memiliki sejarah panjang dalam perkembangan agama Islam di kawasan Nusa Tenggara.
Sebelum Islam berkembang, masyarakat Sumbawa diketahui masih dipengaruhi ajaran Hindu serta kepercayaan animisme dan dinamisme.
Jejak budaya tersebut masih terlihat dalam beberapa tradisi masyarakat pada masa lampau.
Masuknya Islam ke Sumbawa diperkirakan terjadi pada abad ke-16 hingga abad ke-17.
Penyebaran agama Islam berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan dan dakwah para ulama,proses ini membuat Islam perlahan diterima oleh masyarakat hingga kalangan bangsawan kerajaan.
Baca juga: Panduan Lengkap Sewa Motor di Lombok 2026, Praktis dan Mulai Rp80 Ribuan
Peran Sunan Prapen dalam Penyebaran Islam
Salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di Sumbawa adalah Sunan Prapen.
Ia dikenal sebagai ulama dari Gresik yang sebelumnya menyebarkan Islam di Lombok sebelum melanjutkan dakwah ke wilayah timur Indonesia.
Sunan Prapen kemudian datang ke Sumbawa dan menyebarkan ajaran Islam di beberapa wilayah seperti Taliwang, Seran, Dompu, hingga Bima.
Kehadirannya menjadi awal berkembangnya Islam di Pulau Sumbawa.
Dakwah yang dilakukan secara damai membuat masyarakat lebih mudah menerima ajaran baru tersebut.
Hubungan Dagang dan Pengaruh Kesultanan Gowa Tallo
Selain melalui dakwah ulama, penyebaran Islam di Sumbawa juga dipengaruhi hubungan perdagangan dengan Kesultanan Gowa Tallo.
Hubungan ekonomi antara kedua wilayah membuka jalan bagi masuknya para mubaligh dari Sulawesi Selatan.
Para pedagang dan ulama dari Gowa turut mengenalkan budaya Islam kepada masyarakat Sumbawa.
Dari sinilah pengaruh Islam semakin kuat dan berkembang dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan kerajaan.
Berdirinya Kesultanan Sumbawa
Sejarah mencatat bahwa Kesultanan Sumbawa berdiri sekitar tahun 1648.
Pemimpin pertama kerajaan ini adalah Dewa Masmawa.
Pada masa awal pemerintahan, gelar Sultan belum digunakan karena kerajaan masih berada dalam masa peralihan dari budaya Hindu menuju Islam.
Dewa Masmawa membangun pusat pemerintahan dan memperkuat wilayah kekuasaan kerajaan.
Kesultanan Sumbawa juga memiliki sistem pemerintahan yang cukup teratur dengan bantuan majelis kerajaan bernama Pangantong Lima Olas.
Sultan Harun Al-Rasyid dan Penerapan Hukum Islam
Perkembangan Islam di Sumbawa semakin kuat ketika Sultan Harun Al-Rasyid memimpin kerajaan.
Ia menjadi penguasa pertama yang menggunakan gelar Sultan dan mulai menerapkan hukum Islam secara penuh di wilayah Sumbawa.
Pada masa pemerintahannya, identitas Islam semakin melekat dalam budaya masyarakat Sumbawa.
Pengaruh tersebut masih terasa hingga sekarang dan menjadi bagian penting dalam sejarah Islam di Nusa Tenggara.
Baca juga: Kisah Sandubaya dan Lala Seruni, Cerita Rakyat Lombok tentang Kesetiaan dan Keserakahan Raja
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Kisah Kesultanan