Ilustrasi kisah Sandubaya dan Lala Seruni. (Dihasilkan oleh AI)
NTB - Cerita rakyat dari Nusa Tenggara Barat (NTB) memang menyimpan banyak kisah menarik yang sarat pesan moral. Salah satunya adalah legenda Sandubaya dan Lala Seruni, kisah tragis pasangan suami istri dari Kerajaan Lombok yang harus menghadapi kesewenang-wenangan seorang raja.
Sandubaya dan Lala Seruni dikenal sebagai pasangan muda yang hidup bahagia di masa pemerintahan Prabu Kertajaya atau Prabu Kertajagat. Lala Seruni memiliki paras yang sangat cantik hingga kecantikannya terkenal di seluruh negeri.
Suatu malam, saat Sandubaya dan istrinya sedang beribadah di Pura Kayangan, Prabu Kertajaya datang untuk bersembahyang. Ketika melihat Lala Seruni, sang raja langsung terpikat dan berniat merebutnya meski wanita tersebut telah bersuami.
Keinginan itu membuat Prabu Kertajaya menyusun rencana licik bersama patih kerajaan. Mereka mengajak Sandubaya berburu ke Hutan Gebong dengan tujuan menghabisi nyawanya secara diam-diam dan membuat kematiannya terlihat seperti kecelakaan.
Sandubaya yang dikenal setia kepada rajanya tidak menolak ajakan tersebut. Meski begitu, Lala Seruni sempat merasa khawatir dan memiliki firasat buruk sebelum suaminya berangkat berburu.
Benar saja, saat berada di tengah hutan, Sandubaya ditombak dari belakang oleh prajurit kerajaan ketika sedang mengincar babi hutan. Ia tewas seketika. Anjing kesayangannya yang mencoba melawan juga ikut dibunuh, sementara kudanya, Gagak Mayang, berlari pulang sendirian.
Kepulangan kuda tanpa penunggang membuat Lala Seruni yakin sesuatu telah terjadi pada suaminya. Ia segera menuju Hutan Gebong dan mendapati Sandubaya sudah meninggal dunia.
Meski Prabu Kertajaya berpura-pura bersedih dan mengatakan Sandubaya tewas akibat serangan binatang buas, Lala Seruni percaya bahwa suaminya sengaja dibunuh.
Baca juga: Oleh-Oleh Khas Sumbawa NTB yang Wajib Kamu Beli Saat Liburan
Tak lama setelah pemakaman Sandubaya, Prabu Kertajaya membawa Lala Seruni ke istana dan memaksanya menjadi permaisuri. Namun, wanita itu terus menolak lamaran sang raja.
Setelah beberapa waktu, Lala Seruni akhirnya mengajukan satu syarat sebelum menikah, yakni meminta izin mandi di Pantai Menanga Baris. Permintaan itu disetujui oleh Prabu Kertajaya. Di pantai tersebut, muncul bunga teratai merah besar dari tengah laut.
Saat para prajurit mencoba mengambilnya, mereka justru diserang kawanan ikan. Di tengah kekacauan itu, bunga teratai mendekati Lala Seruni dan membawanya pergi ke tengah laut hingga menghilang dari pandangan. Masyarakat percaya Lala Seruni akhirnya bertemu kembali dengan Sandubaya di alam arwah.
Baca juga: Uniknya Cukli Lombok, Kerajinan Tangan Khas yang Cocok Jadi Oleh-oleh
Kisah ini belum berakhir. Kakak Sandubaya, Demung Brangbantun, marah besar setelah mengetahui perlakuan Prabu Kertajaya terhadap adik dan iparnya. Ia kemudian memimpin pasukan untuk menyerang Kerajaan Lombok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Budaya-indonesia.org