Batik Sasambo memiliki corak yang unik karena menggabungkan berbagai elemen budaya dari ketiga suku tersebut. Motif yang digunakan biasanya menggambarkan keindahan alam NTB, seperti ombak laut, Gunung Rinjani, hingga flora dan fauna khas seperti kuda Sumbawa dan rusa. Selain itu, terdapat pula motif yang mencerminkan kehidupan masyarakat, seperti rumah adat, alat musik tradisional (gendang beleq), hingga simbol-simbol kearifan lokal yang sarat makna filosofis.
Baca juga: Air Terjun Jeruk Manis, Surga Tersembunyi di Lombok Timur
Dalam proses pembuatannya, Batik Sasambo umumnya menggunakan teknik batik tulis dan batik cap, bahkan kini mulai berkembang dengan teknik kombinasi printing untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Pewarnaan yang digunakan cenderung berani dan cerah, seperti merah, kuning, biru, dan hijau, yang mencerminkan karakter masyarakat NTB yang dinamis dan penuh semangat.
Pemerintah daerah NTB juga активно mendorong pelestarian Batik Sasambo melalui berbagai program, seperti pelatihan pengrajin, festival budaya, hingga kewajiban penggunaan batik lokal pada hari tertentu bagi ASN dan pelajar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi kreatif sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya.
Baca juga: Ngecamp di Gili Tak Berpenghuni Lombok, Sensasi Liburan Rasa Pulau Pribadi
Dalam perkembangannya, Batik Sasambo tidak hanya digunakan dalam acara adat, tetapi juga semakin dikenal dalam industri mode nasional. Kain ini kini banyak diaplikasikan menjadi berbagai produk fashion seperti kemeja, dress, outer, hingga aksesoris. Bahkan, Batik Sasambo kerap ditampilkan dalam ajang fashion show dan pameran kriya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap batik ini, Batik Sasambo semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu warisan budaya Nusantara yang patut dibanggakan. Selain sebagai identitas daerah, batik ini juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak pengrajin lokal di NTB.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indonesiatravel