Minggu, 12 APRIL 2026 • 19:57 WIB

Keunikan Rumah Adat Nusa Tenggara Barat yang Sarat Makna Budaya

Author

Rumah Adat Nusa Tenggara Barat(Sumber:Youtube/Agung Pramono)


NTB - Rumah adat dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan keunikan yang tidak hanya terlihat dari bentuk bangunannya, tetapi juga dari nilai budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Dua rumah adat yang paling terkenal adalah Dalam Loka dari Sumbawa dan rumah tradisional suku Sasak seperti Bale Tani serta Bale Lumbung.

Baca juga: Kuota Haji NTB 2026 Resmi Naik, Peluang Berangkat Semakin Besar

Rumah Adat Dalam Loka: Simbol Keagungan Sumbawa

Rumah adat Dalam Loka merupakan istana peninggalan raja-raja Sumbawa di masa lampau.

Nama “Dalam Loka” sendiri memiliki arti mendalam, yaitu “istana dunia” atau tempat tinggal raja.

Keunikan utama dari bangunan ini terletak pada jumlah tiangnya yang mencapai 99 buah.

Pilar-pilar tersebut melambangkan Asmaul Husna, yaitu 99 sifat Allah, yang menunjukkan kuatnya pengaruh nilai religius dalam budaya masyarakat setempat.

Bangunan ini terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi, sehingga mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Struktur rumah dibuat kembar dan kokoh, mencerminkan kemegahan sekaligus kecanggihan arsitektur tradisional pada zamannya.

Selain itu, Dalam Loka memiliki berbagai jenis bangunan pendukung seperti Bale Jajar, Baruga, dan Bale Bonder yang memiliki fungsi masing-masing dalam kehidupan kerajaan.

Bale Tani dan Bale Lumbung: Identitas Suku Sasak

Selain Dalam Loka, masyarakat suku Sasak di NTB juga memiliki rumah adat yang tidak kalah unik, yaitu Bale Tani dan Bale Lumbung.

Kedua bangunan ini dapat ditemukan di Desa Sade yang terkenal sebagai desa adat.

Bale Tani merupakan rumah tinggal masyarakat Sasak yang memiliki ciri khas pintu kecil dan tanpa jendela.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kehangatan di dalam rumah sekaligus sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan.

Di dalamnya terdapat beberapa ruangan seperti dapur (pawon), kamar tidur, serta serambi.

Sementara itu, Bale Lumbung digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen.

Bentuknya yang unik dengan atap melengkung dari jerami atau alang-alang menjadi daya tarik tersendiri.

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, sedangkan pondasinya menggunakan campuran tanah liat dan batu.

Nilai Budaya dan Filosofi yang Mendalam

Rumah adat di NTB bukan sekadar tempat tinggal, tetapi juga memiliki fungsi sosial dan spiritual.

Bagi masyarakat Sasak, rumah digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga sekaligus lokasi pelaksanaan ritual adat yang sakral.

Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat sangat erat kaitannya dengan tradisi dan kepercayaan leluhur.

Dengan memahami keunikan rumah adat NTB, kamu tidak hanya mengenal bentuk arsitekturnya, tetapi juga belajar menghargai keberagaman budaya Indonesia.

Kekayaan ini menjadi warisan berharga yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Baca juga: Resep Sayur Ares dan Sate Pusut Khas Lombok yang Lezat dan Mudah Dibuat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Agung Pramono

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU