Senin, 19 JANUARI 2026 • 11:45 WIB

Kuliner Khas Lombok, Perpaduan Rasa, Budaya, dan Tradisi

Author

Sate Rembiga (Youtube/IndonesiaKaya)

NTB - Pulau Lombok selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dengan panorama alam yang menawan, mulai dari pantai hingga pegunungan.

Namun, daya tarik Lombok tidak berhenti pada keindahan alamnya saja.

Daerah ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang lahir dari sejarah panjang, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Sasak.

Kuliner khas Lombok dikenal dengan cita rasa yang kuat, dominan pedas, segar, dan menggunakan rempah-rempah alami yang khas.

Baca juga: Menginap Nyaman di Edelweis Villa Sembalun, Kaki Gunung Rinjani

Bebalung, Sajian Berkuah yang Sarat Makna

Salah satu kuliner legendaris Lombok adalah bebalung, hidangan berkuah berbahan dasar tulang sapi.

Bebalung kerap disajikan dalam acara adat, hajatan, atau perayaan besar yang dikenal sebagai begawi.

Proses memasaknya membutuhkan waktu yang tidak singkat, biasanya sekitar tiga hingga empat jam, agar sari tulang dan bumbu benar-benar menyatu.

Kuah bebalung yang bening namun kaya rasa memberikan sensasi hangat dan segar saat disantap. Hidangan ini dipercaya mampu mengembalikan tenaga dan meningkatkan stamina.

Hingga kini, bebalung tetap lestari berkat generasi penerus yang memilih mempertahankan usaha keluarga agar kuliner khas Lombok tidak punah oleh perkembangan zaman.

Sate Rembiga, Ikon Kuliner Pedas Manis Khas Lombok

Selain bebalung, Lombok juga terkenal dengan sate rembiga.

Berbeda dengan sate pada umumnya, sate rembiga tidak menggunakan bumbu kacang, melainkan bumbu rempah rahasia yang menghasilkan rasa pedas manis yang khas.

Nama rembiga berasal dari kata rembuk, yang berarti musyawarah atau perkumpulan para raja pada masa lalu.

Daging sapi yang digunakan dipilih secara khusus agar teksturnya empuk dan mudah meresap bumbu.

Cita rasa sate rembiga yang kuat menjadikannya salah satu ikon kuliner Lombok yang kini telah dikenal luas, bahkan hingga ke berbagai daerah di Indonesia.

Kue Cerorot, Jajanan Tradisional Penuh Filosofi

Tak hanya makanan berat, Lombok juga memiliki jajanan tradisional bernama kue cerorot.

Kue ini terbuat dari tepung beras dan gula merah, dibungkus dengan janur kelapa yang dibentuk menyerupai trompet kecil. Teksturnya lembut, legit, dan kenyal.

Cerorot memiliki filosofi mendalam, di mana bentuknya melambangkan harapan agar seseorang memiliki akal panjang dalam menghadapi setiap persoalan hidup.

Proses pembuatannya masih menggunakan bahan-bahan alami tanpa pemanis buatan, menjadikan cerorot tetap autentik di tengah gempuran jajanan modern.

Menjaga Warisan Kuliner Lombok

Melalui bebalung, sate rembiga, dan kue cerorot, Lombok menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga sarat nilai budaya.

Saat kamu berkunjung ke Lombok, mencicipi kuliner khasnya menjadi cara terbaik untuk memahami identitas dan kekayaan tradisi masyarakat setempat.

Baca juga: Review Pondok Rinjani Ibu Sita Sembalun, Villa Nyaman dengan View Gunung Rinjani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/IndonesiaKaya

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU