Ilustrasi Sejarah Penyebaran Islam di Sumbawa (Sumber:Youtube/Kisah Kesultanan)
NTB - Pulau Sumbawa memiliki sejarah panjang dalam perkembangan agama Islam di kawasan Nusa Tenggara.
Sebelum Islam berkembang, masyarakat Sumbawa diketahui masih dipengaruhi ajaran Hindu serta kepercayaan animisme dan dinamisme.
Jejak budaya tersebut masih terlihat dalam beberapa tradisi masyarakat pada masa lampau.
Masuknya Islam ke Sumbawa diperkirakan terjadi pada abad ke-16 hingga abad ke-17.
Penyebaran agama Islam berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan dan dakwah para ulama,proses ini membuat Islam perlahan diterima oleh masyarakat hingga kalangan bangsawan kerajaan.
Baca juga: Panduan Lengkap Sewa Motor di Lombok 2026, Praktis dan Mulai Rp80 Ribuan
Salah satu tokoh penting dalam penyebaran Islam di Sumbawa adalah Sunan Prapen.
Ia dikenal sebagai ulama dari Gresik yang sebelumnya menyebarkan Islam di Lombok sebelum melanjutkan dakwah ke wilayah timur Indonesia.
Sunan Prapen kemudian datang ke Sumbawa dan menyebarkan ajaran Islam di beberapa wilayah seperti Taliwang, Seran, Dompu, hingga Bima.
Kehadirannya menjadi awal berkembangnya Islam di Pulau Sumbawa.
Dakwah yang dilakukan secara damai membuat masyarakat lebih mudah menerima ajaran baru tersebut.
Selain melalui dakwah ulama, penyebaran Islam di Sumbawa juga dipengaruhi hubungan perdagangan dengan Kesultanan Gowa Tallo.
Hubungan ekonomi antara kedua wilayah membuka jalan bagi masuknya para mubaligh dari Sulawesi Selatan.
Para pedagang dan ulama dari Gowa turut mengenalkan budaya Islam kepada masyarakat Sumbawa.
Dari sinilah pengaruh Islam semakin kuat dan berkembang dalam kehidupan sosial maupun pemerintahan kerajaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Kisah Kesultanan