Rumah Adat Nusa Tenggara Barat(Sumber:Youtube/Agung Pramono)
NTB - Rumah adat dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyimpan keunikan yang tidak hanya terlihat dari bentuk bangunannya, tetapi juga dari nilai budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
Dua rumah adat yang paling terkenal adalah Dalam Loka dari Sumbawa dan rumah tradisional suku Sasak seperti Bale Tani serta Bale Lumbung.
Baca juga: Kuota Haji NTB 2026 Resmi Naik, Peluang Berangkat Semakin Besar
Rumah adat Dalam Loka merupakan istana peninggalan raja-raja Sumbawa di masa lampau.
Nama “Dalam Loka” sendiri memiliki arti mendalam, yaitu “istana dunia” atau tempat tinggal raja.
Keunikan utama dari bangunan ini terletak pada jumlah tiangnya yang mencapai 99 buah.
Pilar-pilar tersebut melambangkan Asmaul Husna, yaitu 99 sifat Allah, yang menunjukkan kuatnya pengaruh nilai religius dalam budaya masyarakat setempat.
Bangunan ini terbuat dari kayu jati berkualitas tinggi, sehingga mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Struktur rumah dibuat kembar dan kokoh, mencerminkan kemegahan sekaligus kecanggihan arsitektur tradisional pada zamannya.
Selain itu, Dalam Loka memiliki berbagai jenis bangunan pendukung seperti Bale Jajar, Baruga, dan Bale Bonder yang memiliki fungsi masing-masing dalam kehidupan kerajaan.
Selain Dalam Loka, masyarakat suku Sasak di NTB juga memiliki rumah adat yang tidak kalah unik, yaitu Bale Tani dan Bale Lumbung.
Kedua bangunan ini dapat ditemukan di Desa Sade yang terkenal sebagai desa adat.
Bale Tani merupakan rumah tinggal masyarakat Sasak yang memiliki ciri khas pintu kecil dan tanpa jendela.
Hal ini bertujuan untuk menjaga kehangatan di dalam rumah sekaligus sebagai bentuk adaptasi terhadap lingkungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Agung Pramono