Pondok Pesantren Imam Syafii Kota Bima (Youtube/Ponpes Imam Syafi'iy Bima)
NTB - Pondok Pesantren Imam Syafii Kota Bima hadir sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus berkembang dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.
Pesantren ini tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi agar santri siap menghadapi tantangan zaman.
Dengan sistem pendidikan yang terarah dan lingkungan belajar yang kondusif, Ponpes Imam Syafii menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan Islam yang kuat dan berkualitas untuk anak-anak mereka.
Baca juga: Pondok Pesantren Abu Hurairah Mataram, Rumah Kedua untuk Mencetak Generasi Rabbani
Ponpes Imam Syafii Kota Bima didirikan oleh Yayasan Al Minhajus Salaf Al Islami Bima.
Pesantren ini lahir dari kesadaran pentingnya menuntut ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah, serta dipahami sesuai dengan pemahaman para sahabat Rasulullah SAW.
Sejak awal berdiri, pesantren ini membawa visi besar untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki manhaj Islam yang lurus.
Salah satu keunggulan Ponpes Imam Syafii Kota Bima adalah penerapan kurikulum terpadu.
Kurikulum yang digunakan merupakan gabungan antara kurikulum pemerintah dari Dikpora dan Kementerian Agama, serta kurikulum khas pondok pesantren.
Materi pembelajaran banyak menggunakan bahasa Arab dan diadaptasi dari beberapa pondok pesantren modern di Indonesia.
Dengan sistem ini, kamu bisa melihat santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sejak tahun 2008, Ponpes Imam Syafii Kota Bima teus mengembangkan jenjang pendidikannya.
Dimulai dari SDIT Imam Syafii, kemudian berkembang dengan membuka SMP Islam Terpadu, MA Imam Syafii, serta PAUD RA Imam Syafii.
Semua jenjang ini dirancang untuk membentuk karakter santri secara bertahap dan berkelanjutan sejak usia dini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Ponpes Imam Syafi'iy Bima