Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 27 JANUARI 2026 • 19:30 WIB

Makam Loang Baloq Lombok, Jejak Sejarah Wali dan Tradisi Religi yang Masih Hidup

Makam Loang Baloq Lombok, Jejak Sejarah Wali dan Tradisi Religi yang Masih HidupMakam Loang Baloq Lombok (Youtube/Sekuat Garuda)

NTBMakam Loang Baloq merupakan salah satu destinasi wisata religi dan sejarah paling terkenal di Kota Mataram, Lombok.

Tempat ini bukan hanya ramai dikunjungi peziarah lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah hingga mancanegara.

Keunikan Makam Loang Baloq terletak pada perpaduan antara kisah sejarah penyebaran Islam, tradisi masyarakat Sasak, dan nuansa mistis yang masih dipercaya hingga sekarang.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Religi Paling Ramai Peziarah di Lombok, Nomor Terakhir Ikonik Banget!

Asal Usul Nama Loang Baloq

Nama Loang Baloq berasal dari bahasa Sasak yang berarti lubang buaya.

Menurut cerita turun-temurun, kawasan ini dulunya memiliki lubang besar di bawah pohon beringin yang menjadi tempat keluar-masuk buaya.

Dari kisah inilah nama Loang Baloq melekat hingga sekarang dan menjadi bagian penting dari identitas makam.

Tiga Makam Istimewa yang Dikeramatkan

Di dalam kompleks Makam Loang Baloq terdapat puluhan makam, namun ada tiga makam yang dianggap paling istimewa.

Pertama adalah makam Maulana Syaikh Gaus Abdurrazzaq, seorang ulama besar asal Timur Tengah yang dipercaya menyebarkan agama Islam di Lombok setelah singgah dari Palembang dan mendarat di pesisir Ampenan.

Kedua adalah makam Datuk Laut, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Lombok pada masanya. Ketiga adalah makam anak yatim, yang dalam bahasa Sasak dikenal sebagai anak iwoq.

Ketiga makam ini berada berdekatan dan menjadi pusat utama ziarah.

Ritual dan Tradisi Ziarah

Selain berdoa, banyak pengunjung yang melakukan ritual adat seperti potong rambut anak kecil atau ngurisang.

Ada juga tradisi nazar, di mana peziarah mengikatkan tali atau kain pada akar gantung pohon beringin sebagai simbol janji.

Jika doa mereka terkabul, mereka akan kembali untuk membuka ikatan tersebut. Tradisi ini dikenal dengan istilah saur sesangi atau membayar janji.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Youtube/Sekuat Garuda

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Makam Loang Baloq Lombok, Jejak Sejarah Wali dan Tradisi Religi yang Masih Hidup

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!