Sate Rembiga (Youtube/IndonesiaKaya)
NTB - Pulau Lombok selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dengan panorama alam yang menawan, mulai dari pantai hingga pegunungan.
Namun, daya tarik Lombok tidak berhenti pada keindahan alamnya saja.
Daerah ini juga menyimpan kekayaan kuliner tradisional yang lahir dari sejarah panjang, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Sasak.
Kuliner khas Lombok dikenal dengan cita rasa yang kuat, dominan pedas, segar, dan menggunakan rempah-rempah alami yang khas.
Baca juga: Menginap Nyaman di Edelweis Villa Sembalun, Kaki Gunung Rinjani
Salah satu kuliner legendaris Lombok adalah bebalung, hidangan berkuah berbahan dasar tulang sapi.
Bebalung kerap disajikan dalam acara adat, hajatan, atau perayaan besar yang dikenal sebagai begawi.
Proses memasaknya membutuhkan waktu yang tidak singkat, biasanya sekitar tiga hingga empat jam, agar sari tulang dan bumbu benar-benar menyatu.
Kuah bebalung yang bening namun kaya rasa memberikan sensasi hangat dan segar saat disantap. Hidangan ini dipercaya mampu mengembalikan tenaga dan meningkatkan stamina.
Hingga kini, bebalung tetap lestari berkat generasi penerus yang memilih mempertahankan usaha keluarga agar kuliner khas Lombok tidak punah oleh perkembangan zaman.
Selain bebalung, Lombok juga terkenal dengan sate rembiga.
Berbeda dengan sate pada umumnya, sate rembiga tidak menggunakan bumbu kacang, melainkan bumbu rempah rahasia yang menghasilkan rasa pedas manis yang khas.
Nama rembiga berasal dari kata rembuk, yang berarti musyawarah atau perkumpulan para raja pada masa lalu.
Daging sapi yang digunakan dipilih secara khusus agar teksturnya empuk dan mudah meresap bumbu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/IndonesiaKaya